Translate

Tampilkan postingan dengan label Agama Buddha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Buddha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Agustus 2012

Bagaimana Mencapai Kesempurnaan, Nibbana?


    • Ratnoto Adios: mhn penjelasan bgm cara mencapai nibbana..?apakah hrs dlm satu wadah(agama Buddha)...?atokah org2 diluar wadah jg bisa mencapai nibbana mas@Leopratama Limas..? tksh

      jawab:
      Salam sahabat Ratnoto Adios.

      Untuk Nibbana, mesti memahami konsep Anatta, Ketanpaintidirian.
      Hal itu hanya dimungkinkan dengan adanya kebijaksanaan yang mumpuni...

      Sedangkan, kebijaksanaan, hanya akan ada bila Pikiran terlatih dengan baik (samadhi)

      Pikiran yang terlatih hanya dimungkinkan bila Sila/atura hidup ditegakkan dengan seksama =)

      Jadi, Sila=>Samadhi=>Panna (Kebijaksanaan



      Buddhism isn't a religion, It's a way of life =)

      Buddha menyatakan bahwa Ia tidak perlu murid, tidak perlu apapun lagi.
      Beliau menemukan jalan menuju Nibbana, Barangsiapapun yang mempraktekkannya dengan tepat, akan dapat mencapai Nibbana, ukan pengakuan sebagai murid atau bukan yang menentukan kebebasan, melainkan pelaksanaan.

      indah bukan?^^


      Itulah mengapa, kami para indigo spiritual,
      ketika ditanya orang tentang agama, kami nyatakan, tidak beragama.

      Karena kami belajar langsung dari alam, mengamati tumimbal lahir, karma, alam2 Dewa, neraka, 31 alam, dll..

      Menyadari, akhir dari penderitaan ini adlah ketidaklahiran dan ketidakmatian.
      dan,
      Setelah dicocokkan dengan berbagai literatur kuno, yang paling mendekati APA yang kami maui adalah Kejawen dan Buddhisme.

      Muaranya sama, kembali pada Kehampaan yang Tepat.
      Namun secara "cara", kami lebih cocok dengan Buddhisme, sehingga, jalani saja.

      tanpa perlu mengaku murid atau tidak..
      namun jujurnya, setelah kami mendapat, kami menunjukkan hormat kami kepada Samma Sambuddha Sakyamuni...karena Ia benar2 pantas menjadi guru kami...

      Salam hangat, semoga bermanfaat^^
by Facebook Comment

Janganlah, Janganlah Menghina para Nabi Pengemban Ajaran..

Salam hangat semua, just share..
kami para Indigo spiritual, belajar langsung dari alam tentang Kebenaran Semesta.
Sehingga tidak terikat polemik agama.

Namun, berdasar pembelajaran kami selama ini, yang mampu mengcover keluasa observasi kami hanyalah Buddhisme.

Bagi para sahabat yang ingin mendiskusikan, silakan.

Kami tahu tentang Karma, Tumimbal Lahir, Anatta, Sukhavati, dan bahwa tujuan yang layak hanyalah Nibbana atau Sukhavati.

Tapi tolong jangan menghina nabi2 lain, kami juga belajar dari Yesus yang ada di alam Rupa Brahma, dan nabi2 lainnya.

barangsiapa menghina seorag yang terlahir di alam atas manusia, karma buruknya berat.

Yesus Kristus terlahir di alam Rupa Brahma karena kekuatan Mettanya sangat besar..jadi, umat Buddhis sebaiknya paham dan yakin dengan Ajaran Samma Sambuddha yang mampu menghantar hingga Nibbana, TANPA perlu menjelek2kan nabi agama lain, karena bagaimanapun juga, nabi2 agama lain sudah berbuat cukup baik, berkorban bagi banyak orang..

Salam hangat, sahabat.
Bersemangatlah, bersemangatlah, berjuang menyeberangi lauta samsara menuju Pantai Seberang.
by Facebook Comment

Kamis, 16 Agustus 2012

Pembahasan Seputar Konsep Buddhisme dan Aliran Mirip Agama Buddha

Kitty Son 
Leopratama Limas,saya harap anda jgn mempertaruhkan reputasi anda disini dgn comment2mu yg menjelekkan Ajaran Maitreya.Jagalah kata2mu spt kamu menjaga pikiranmu saat meditasi.Jgn hanya menjaga pikiran saja saat meditasi ttp dlm kehidupan 
sehari2 juga hrs dijaga.Tingkat spritualitasmu dinilai dari kata2 yg keluar dr mulutmu.Percuma saja kamu mempromosikan diri seakan2 kamu ini sdh tinggi tingkat pembinaannya,tau byk ttg dharma.Ttp org yg waras akan gampang sekali menilai tingkat pembinaanmu dr comment2mu yg merendahkan ajaran lain.
Ternyata indigomu tdk byk membantumu dlm hal kebijaksanaan.Kamu sama saja dgn yg lain.Maaf......saya mesti jujur mengatakannya.





=================================================================================





Salam hangat sdr. Kitty Son.
Mungki itu persepsi anda, menyatakan kami menjelekkan ajaran Maitreya, yang kami lakukan hanyalah, menegaskan, mana yang merupakan Buddha Dhamma, yang mana yang bukan TERMASUK Buddha Dhamma, tanpa bilang jelek, 
seperti yang mungkin dilakukan orang pada umumnya.

Mungkin silakan cermati lagi bahasa yang kami gunakan:

Namo Buddhaya..

Salam hangat sahabat, just copas..
Banyak yang menanyakan tentang aliran yang menggunakan nama Buddha Yang Akan Datang, Buddha Maitreya.

Hanya kami sampaikan, Buddha adalah penyadar Dhamma, sehingga semua Buddha hakekatnya terkoneksi.
Berkonsentrasilah pada pengamalan ajaran SammaSambuddha Sakyamuni semaksimal mungkin, karena itu akan mengondisikan engkau terlahir pada masa SammaSambuddha berikutnya, secara otomatis.

Mereka yang "menjual" Buddha "baru" untuk menarik umat, menunjukkan ketidakpahaman akan Buddha Dhamma, yang sebenarnya tidak akan menggoyahkan mereka yang telah memahami. Terkadang kasihan dengan yang berhasil disimpangkan saja.

Bagi yang masih berjalan di jalan Dhamma, tetap dapat beradhittana terlahir pada masa SammaSambuddha Maitreya dengan bernamaskara di depan rupang SammaSambuddha Sakyamuni, tanpa harus terikut dalam ajaran yang mencampuradukkan berbagai konsep tersebut.

Apabila mau dibahas lebh jauh (karena mereka cenderung mengklaim diri dari aliran Mahayana, bila dibahas secara Mahayana)
yang umat MLDD tuju, memang belum tentu alam menderita, bisa saja alam surga "ciptaan" Dewi tertentu.
(Dewa/dewi dengan kekuatan tertentu berkemampuan menciptakan alam sendiri)

Hanya saja, tentunya itu tidak layak diklaim sebagai Nibbana =)
Lalu, daripada alam ybuatan Dewa/Dewi bukankah jauh lebih baik Tanah Suci para Buddha? ada jaminan ga jatuh ke alam rendah lagi =)

Mereka yang memahami, tidak akan terjebak debat kusir dengan umat MLDD, melainkan menunjukkan kebenaran Buddha Dhamma untuk mengusir awan2 keraguan =)

Semoga dengan penjelasan ini kita bisa menyadarkan dan menjaga kawan2 seDhamma kita =)
Waspadalah, masa pencampuran Buddha Dhamma dengan adhamma telah dimulai.
Salam hangat sahabat
Berjuang dengan penuh Kesadaran, Tiada yang layak untuk dilekati.

SSBS
http://rawdiamondsfoundation.blogspot.com/





DAN, kemampuan indigo kami mampu mengarahkan kami untuk ber-ehipassiko, tentang MANA ajaran yang benar2 sesuai dengan Kebenaran Semesta, jadi kami tidak dikontrol atau hanya percaya kepada omongan pemimpin Aliran yang, notabene tidak jelas pengakuan tingkat kesuciannya.
Kalau kami, sadar dengan tingkat kemampuan masih ringan, jadi, kami berehipassiko untuk menguji, mana "seseorang" yang paling mumpuni dalam pembabaran hukum semesta dari sekumpulan2 orang2 yang digolongkan atau menggolongkan diri "suci", dan itu adalah Samma Sambuddha Sakyamuni .





 
dan kami, sebagai yang juga bertugas menjaga Dharma Sejati seutuh mungkin, selama mungkin, kami tidak akan diam ketika kuningan diusahakan dicampur dengan emas.

Kami tidak mengatakan kuningan buruk, melainkan, bila seseorang memaksa menyat
akan kuningan adalah sama dengan emas, kami nyatakan, itu tidak benar.

namun, ketika kuningan dinyatakan sebagai kuningan dan emas sebagai emas, kami tidak ada masalah untuk itu.

Bila ajaran MLDD, menyatakan diri adalah Aliran tersendiri seperti halnya Saksi Yehuwa memisahka diri dengan jelas dengan Kristen, kami tidak akan memubazirkan waktu kami untuk itu.
Namun masalah muncul ketika, MLDD, mengaku sebagai SAMA dengan Ajaran Buddha pada umat yang bingung, lalu pada akhirnya baru diberitahu berbeda.

Ini yang kami soroti, bukan untuk kepentingan kami, melainkan kepentingan umat umum.

Sebagai informasi, kami indigo gak terikat pada ajaran apapun selain Kebenaran Alam, dan KEBETULAN, yang mampu menggambarkan paling jelas tentang Kebenaran Alam apa adanya, adalah Buddhisme, setelah kami pelajari sebanyak2nya ajaran2 yang sudah pernah ada.

MLDD kami pelajari sekitar 12 tahun, sehingga, kami tahu apa saja yang menjadi masalahnya, bagaimana strategi penyebarannya, dsb.
Para petinggi IKT dan MLDD dari Taiwan sering bertandang ke rumah untuk berdiskusi, dan kami sudah menetapkan etika.

Setelah mereka disadarkan bahwa mereka bukan Buddhisme yang sesungguhnya, mereka minta kai tetap hormati 2 hal:
1. jangan postingkan 3 pusaka rahasia
2. jangan minta orang langgar ikrar vegetarian

2 poin ini kami setujui.
Selain itu, kami dinyatakan silakan menyampaikan pada masyarakat luas, biarkan masyarakat luas yang menilai.


======================================





Bro Penggembala Sapi:



"Yang Mulia,.....
Saya melihat seekor gajah besar mengacuhkan dan mengabaikan gajah kecil dan raja hutan (singa) mati. Bunga-bunga suci berjatuhan di atas kepala sang singa, tetapi binatang2 lain malah menjauh karena ketakutan. Tidak lama, tubuh singa itu digerogoti cacing2 dan belatung."

"Ananda,.....
gajah besar yang mengabaikan gajah kecil berarti BIKKHU SANGHA di masa depan adalah ketua yang sombong/congkak, yang tidak mau menuntun yang muda. Cacing dan belatung yang mengerogoti tubuh singa berarti tidak ada satupun agama yang dapat menghancurkan agama Buddha, tetapi umat Buddha sendirilah yg akan menghancurkan ajaranku".





======================================





Leopratama Limas 
Benar, sahabat.

Adalah benar.
Jadi, yang perlu di benahi sebenarnya hnya:
1. Kekuatan keteguhan vinaya Sangha dan Sila Umat
2. Membedakan dengan jelas, aliran2 yang justru dikembangkan oleh MANTAN BUDDHIS==> Agama2 lain ga bisa menghancurkan Buddhisme, namun penyimpang2 ini, yang tak lain berasal dari dalam tubuh Buddha Sasana pada awalnya =)

Namun sebenarnya, jalan terbaik adalah dengan kita masing2 menguatkan pendalaman dan pelaksanaan Buddha Dhamma masing2, dan saling menyemangati sesama umat Buddhis..

Miris juga kadang, sesama Umat Buddhis ada yang saling membandingkan kepintaran, sampai saling menghina...terutama yang baru belajar.
jadi kasihan..

Semangat berlatih.








======================================








  • Kitty Son Kami memakai Mi Le Ta Dao dan bukan Fo Jiao sbg nama ajaran kami.Kami memakai Agama Buddha Maitreya dan bukan Agama Buddha sbg ajaran kami.Anda Leopretama Leopratama Limas menuduh kami memanipulasi ajaran buddha ? Anda jgn bermimpi.Kami menganggap Ajaran Maitreya setingkat lbh tinggi dari ajaran Budhisme.Mana mungkin ajaran yg kami anggap sbg emas ini mau kami samakan dgn dgn ajaran kuningan ? Apa tdk terbalik perumpamaanmu itu ?
    ..
    Bukan ajaran Maitreya yg akan menghancurkan budhisme ttp umat2 budhisme sendiri yg akan menghancurkannya.Bhikku2 yg tdk bermoral yg akan menghancurkan sangha dan buddha dharma.Sy akan postingkan bukti2nya.Tunggu saja.
    3 hours ago · 

  • Bandido Cordoba ckckckckckckck...emosi dan dendam bagaikan virus yg terus menggerogoti batin manusia ckckckckckk....


    ==========================================================================


    Leopratama Limas: ‎Bandido Cordoba: Demikianlah, metta yang merupakan esensi Buddha Dhamma, biasa terpancar dari tindak tanduk pelatihnya.

    Metta meredam banyak kekasaran termasuk dalam bahasa. Mereka yang melatih Buddha Dhamma yang tepat, dapat terlihat salah satunya dari kualitas kesantunan penyampaian.

    Salam hangat, sahabat.

  • ============================================================================

  • Kalyāna Pāpa Mitta Leopratama Limas bgmn dgn aliran suma ching hai , aliran lu sheng yen, dan nichiren ?

  • Bro Kalyāna Pāpa Mitta: Sebenarnya, tidak perlu dijelaskanpun, asal kita mempelajari Buddha Dhamma, akan tahu mana yang benar, mana yang kurang tepat dan bahkan tidak sesuai dengan esensi Buddha Dhamma :-)

    Yang mengaku diri sebagai Buddha,
     sudah pasti melanggar vinaya.
    Tapi, ada baiknya, kita jangan ikut mengatakan Ia sesat, cukup sadar saja, o... ini ga sesuai Vinaya, diam dan berjalan dalam yang jelas2 benar saja.
    karena, yang berkapasitas menilai seorang sudah capai kesucian atau belum, hanya Arahat atau Samma Sambuddha sendiri, sahabat =)

    Begitu pula, yang mengaku2 titisan Bodhisattva Maitreya, yang memproklamirkan diri sebagai Buddha pembabar Saddharma Pundarika Sutra, yang menggabung2kan Buddhisme dan Agama Kristen.

  • Tapi, sebagai pelatih Buddha Dhamma yang sejati, kita semestinya ingat dengan salah satu perumpamaan:

    Teratai dapat tumbuh dari mulut hewan.
    Artinya, jangan karena bungkusnya kurang benar, kita mencaci sebagian ajarannya.
    Mengapa?

    Sebab, biasanya, orang2 yang membuat ajaran2 menyimpang dari Buddha Dhamma, biasanya mencatut beberapa sutra Buddhis, memelintir artinya.
    nah, janganlah sampai kita mencaci Sutra2 Buddhis itu.

    Contoh, Saddharma Pundarika Sutra, memang Raja Sutra, Sutra tertinggi berdasar pembabaran Samma Sambuddha Sakyamuni.
    Jangan sampai kita kata2i, yang bermasalah adalah lebainisasi interpretasi dari beberapa orang saja.

    Demikian, hendaknya kita senantiasa jeli, melihat esensi yang sejati dan yang ditambah2kan....
    LALU,
    SANGAT PENTING bagi kita sebagai umat Buddha yang berusaha sesesuai mungkin dengan ajaran Sang Guru untuk INTROPEKSI.

    Sama seperti, aksi klaim budaya Indonesia oleh Malaysia..MENGAPA bisa sampai ada celah untuk ter-klaim?
    Karena, budaya kurang dihargai Indonesia sendiri kan?
    Buddha mengajarkan kita untuk berkonsentrasi pada solusi dan pencegahan maslaah.

    Sekarang, sudah terjadi penyimpangan2 ajaran.
    Tugas kita adlah:
    1. Segera jaga tegaknya Sila Samadhi, Panna kita masing2.
    2. Segera menjali kekompakan sesama Buddhis yang sesuai ajaran Samma Sambuddha Sakyamuni (baik itu Theravada maupun Mahayana.)
    3. KLARIFIKASI makna sutra yang dipelintir oleh aliran2 samping tersebut.

  • Leopratama Limas 
    Contoh, ada aliran yang berkonsentrasi pada sutra Bodhisattva Maitreya Mencapai Parinibbana (FoShuo MiLe ShangSheng Jing).

    Sutra ini, menjadi sutra terkuat aliran yang mempopulerkan diri dengan istilah Buddha Maitreya...namun, yang terjadi
     adalah, PEMELINTIRAN sutra.
    Sampai ada muncul pemeran pengganti Tuhannya (yang sebenarnya hanyalah seorang dewi, dll)

    JADI, tugas kita adalah, klarifikasikan makna sesungguhnya dari sutra itu (agar tidak terlalu bercelah untuk dimiskonsepsikan oleh orang2 tertentu yang mungkin bertujuan baik namun tanpa sadar telah berperan dalam penggerusan Buddha Dhamma yang sejati) setelah sebelumnya, kita rapatkan barisan Theravada dan Mahayana.

    Demikian.
    Salam hangat.
  • ==============================================================================

  • oh ya, sdr. Kitty Son

    DAN, kemampuan indigo kami mampu mengarahkan kami untuk ber-ehipassiko, tentang MANA ajaran yang benar2 sesuai dengan Kebenaran Semesta, jadi kami tidak dikontrol atau hanya percaya kepada omongan pemimpin Aliran yang
    , notabene tidak jelas pengakuan tingkat kesuciannya.

    Kalau kami, sadar dengan tingkat kemampuan masih ringan, jadi, kami berehipassiko untuk menguji, mana "seseorang" yang paling mumpuni dalam pembabaran hukum semesta dari sekumpulan2 orang2 yang digolongkan atau menggolongkan diri "suci", dan itu adalah Samma Sambuddha Sakyamuni.

    Saya bukan dari keluarga Buddhis, namun karena memahami Tumimbal lahir memang ada, karma memang ada, 31 alam kurang lebih begitu, dan ada cara untuk NIBBANA (cara ini kami tidak ketahui sebelum mempelajari Buddha Dhamma), kami akhirnya "tunduk" pada Samma Sambuddha Sakyamuni.

    Di luarNya (dalam 3000 tahun ini) belum ada yang mampu membabarkan sampai Nibbana yang sesungguhnya.

    Agama satunya, mampu membabarkan, mengjaak orang ke surga, yang sebenarnya "baru" alam brahma.
    Agama satunya, mengajak "hanya" sampai surga (masih dalam kamadhatu)
    ada beberapa agama lagi, "hanya" sampai surga kamadhatu.

    Nah, ajaran2 yang dulunya dari ajaran Buddha, seperti MLDD, kami jamin, TIDAK LEBIH DARI KAMADHATU.
    Ini yang membuat kami dengan santai, menyatakan, ini bukan ajaran menju Nibbana yang sesungguhnya :-)

    Yang dituju MLDD, memang bukan alam asura, melainkan salah satu "surga" Kamadhatu yang diklaim sebagai Nibbana, tempat tinggal "Tuhan(LaoMu)" yang sebenarnya adalah seorang dewi,
    dan para "Buddha" (yang sebenarnya jelmaan para dewa/i lainnya)

    Karena, kami bisa capai alam Dhammakaya Para Buddha Bodhisatva, jadi tahu mana yang sesungguhnya, mana yang aspal =)
    bagi sahabat seDharma, silakan bila ingin meneruskan informasi ini, sekali lagi, agama lain dan ajaran lain, bukannya SALAH, tidak salah, adanya ajaran lain menyebabkan lebih banyak yang terjaga dari terjatuh ke alam2 menderita seperti peta, Asura, Hewan, dan Niraya..

    namun, bila mau biacarakan kebebasan Mutlak, jujur saja, di atas manusia ada 6 alam Surga Kamadhatu, 16 Rupa Brahma, dan 4 Arupa Brahma.
    Mereka yang kemampuannya masih kurang, begitu sampai di salah satu tingkat saja, sudah "silau" dan mengira, sudah abadi...padahal, sampai alam tertinggi (tingkat 1 dari 31 alam) walau, usianya Berjuta Triliun tahun manusia, namun...tetap suatu saat bisa "jatuh" lagi...tidak abadi..

    jadi, satu2nya jalan, adalah Nibbana.
    Kalau ga mampu Nibbana, alam suci para Buddha, salah satunya Sukhavati Buddha Amitabha (disini tidak akan jatuh ke 31 alam lagi, ditraining sampai Nibbana)

    Salam hangat.
    Semoga bermanfaat.
    Kuatkan keyakinan pada Buddha Dhamma, kuatkan pelaksanaan Sila, Samadhi, Panna, Kembangkan Maitri dan Prajna.

    Salam sahabat ^^
  • ================================================================================

  • Andre Agustianto Leopratama Limas ......> tapi mldd lebih maju dibanding dengan aliran lain >>

  • Bro Andre Agustianto, bro Maru Kinomoto:
    Oh ya, sahabat.

    Mungkin benar, karena viharanya banyak yang besar, dan umatnya memang cukup banyak.

    1. Bisa menjadi pembelajaran bagi Penjaga Buddha Dhamma sejati, kita boleh coba belajar mengapa yang kurang benar saja bisa seluas itu perkembangannya, siapa tahu ada pembelajaran yang dapat kita terapkan untuk pengembangan Buddha Dhamma yang sejati.

    2. MLDD, memang berkembang karena, di awal perkemabgnan (di negara manapun) mereka biasa menyasar umat Buddhis dlu, atau menyatakan ini adalah ajaran Buddha.
    Karena "pengemasan" ajarannya memang lebih sederhana, menyebabkan umat2 yang bingung atau memang masih kurang dapat memperoleh informasi tentang Buddha Dhamma, teralihkan ke sana, dan setelah cukup besar, barulah IKuanTao dan Mi Le DaDao, memisahkan diri dengan terang2an =)
    Seperti yang terjadi di Taiwan, dan beberapa negara lainnya.

    Mengapa mereka besar? karena, strateginya cukup cerdas.

    Yang menjalankan Buddha Dhamma, memang ga perlu pakai cara2 yang kurang baik, namun itu tandanya, kita mesti merapatkan barisan, lebih kompak lagi, dalam menjangkau lebih banyak umat Buddhis, agar mengenal ajran Buddha yang sesungguhnya =)

    Banyak koq, yang setelah mendengar penjelasan, mau kembali pada Buddha Dhamma.
    mengapa?

    karena mereka menyatakan, konsep ajaran MLDD, dan IKT, memang banyak yang ga sesuai pengenalan dasar mereka pada Buddhisme.

    Demikian, salam hangat =)





by Facebook Comment

Minggu, 12 Agustus 2012

Sedikit panduan praktis pelatihan seorang remaja Buddhis^^

(Hasil tanya jawab dengan seorang remaja Buddhis)

1. Sila
Baca Pancasila Buddhis setiap pagi dan malam

lalu baca setiap kali melanggar, ini akan membuat alam bawah sadar kita menjaga kita dari pelanggaran
fungsinya jauh lebih hebat daripada mengatakan "aku kaya, aku kaya" =D

2. Latihan cinta kasih, latihan senyuman bayi, boleh print foto bayi, setiap pagi dan malam, lihat foto bayi itu, tersenyumlah dan rasakan bahwa anda mengasihi bayi itu, ada rasa hangat di tengah dada.
Lama kelamaan, bisa berlarih tanpa foto, lalu, luaskan rasa kasih itu ke ortu, ke teman seklah, tman kerja, 1 kota, 1 provinsi, Indonesia, seluruh bumi^^

Katakan terus selama berlatih, semoga semua yang terkena kehangatan kasihku senantiasa sehat, cantik, dan bahagia^^
Fun sekali =)

3. Latihan Dharani, Maha Karuna Dharani atau Ta Pei Cou tahu tidak? Dibaca sehari 3x, minimal 1x, di segelas air putih, 70% diminum, 30% usap ke ubun2 dan cuci muka, bisa mencerahkan wajah, meningkatkan kebijaksanaan, nanti tidak perlu takut makhluk aneh2 lagi, mereka yang takut, haha
Lalu Om Mani Padme Hum, atau Namo KuanSheYin PhuSa, Atau Namo Amitabha, dibaca sesering mungkin setiap kali ada waktu, dalam hati gpp^^

4. Bangkitkan rasa Karuna, atau rasa ingin membantu semua makhluk, meringankan penderitaan makhluk lain, luangkan sehari, melihat gambar2 anak2 kelaparan di Afrika...doakan mereka, doakan semoga mereka berbahagia, lakukan sehari minimal 10 kebaikan, sekecil apapun (senyum, pungut sampah, matikan lampu yang ga terpakai)

Salam hangat, sahabat =)
http://
rawdiamondsfoundation.blogspot.
com/2012/07/3-langkah-sederhana-pelatihan-diri.html by Facebook Comment

Selasa, 07 Agustus 2012

Ajaran Mirip Agama Buddha (sama sekali tidak sama)

Namo Buddhaya..

Salam hangat sahabat, just copas..
Banyak yang menanyakan tentang aliran yang menggunakan nama Buddha Yang Akan Datang, Buddha Maitreya.

Hanya kami sampaikan, Buddha adalah penyadar Dhamma, sehingga semua Buddha hakekatnya terkoneksi.
Berkonsentrasilah pada pengamalan ajaran SammaSambuddha Sakyamuni semaksimal mungkin, karena itu akan mengondisikan engkau terlahir pada masa SammaSambuddha berikutnya, secara otomatis.

Mereka yang "menjual" Buddha "baru" untuk menarik umat, menunjukkan ketidakpahaman akan Buddha Dhamma, yang sebenarnya tidak akan menggoyahkan mereka yang telah memahami. Terkadang kasihan dengan yang berhasil disimpangkan saja.

Bagi yang masih berjalan di jalan Dhamma, tetap dapat beradhittana terlahir pada masa SammaSambuddha Maitreya dengan bernamaskara di depan rupang SammaSambuddha Sakyamuni, tanpa harus terikut dalam ajaran yang mencampuradukkan berbagai konsep tersebut.

Apabila mau dibahas lebh jauh (karena mereka cenderung mengklaim diri dari aliran Mahayana, bila dibahas secara Mahayana)
yang umat MLDD tuju, memang belum tentu alam menderita, bisa saja alam surga "ciptaan" Dewi tertentu.
(Dewa/dewi dengan kekuatan tertentu berkemampuan menciptakan alam sendiri)

Hanya saja, tentunya itu tidak layak diklaim sebagai Nibbana =)
Lalu, daripada alam ybuatan Dewa/Dewi bukankah jauh lebih baik Tanah Suci para Buddha? ada jaminan ga jatuh ke alam rendah lagi =)

Mereka yang memahami, tidak akan terjebak debat kusir dengan umat MLDD, melainkan menunjukkan kebenaran Buddha Dhamma untuk mengusir awan2 keraguan =)

Semoga dengan penjelasan ini kita bisa menyadarkan dan menjaga kawan2 seDhamma kita =)
Waspadalah, masa pencampuran Buddha Dhamma dengan adhamma telah dimulai.
Salam hangat sahabat
Berjuang dengan penuh Kesadaran, Tiada yang layak untuk dilekati.

SSBS
http://rawdiamondsfoundation.blogspot.com/
by Facebook Comment

Lumpur Hisap Kelahiran dan Kematian

A (terhisap lumpur hisap tapi ga sadar)
B: Halo kawan, anda terhisap lumpur, hati2.
A: Gak koq, haha
B: (Sadar klau dijelaskan tntang lumpur, kelamaan, keburu tenggelam),hm... disini ada tali, tapi, kutahu, untuk orang segemuk dirimu, tali ini mungkin ga cukup kuat, tapi kita coba ya.
A: Mana? Mana? Sini talinya
B: (Lempar tali)
A: (Tidak berinisiatif mengambil, ternyata memperdaya si B saja)

B: berpikir "lucu yah manusia ini, sudah ianya yang dalam bahaya, masih sempat mempermainkan orang, kalau bukan karena tugas, kubiarin aja deh"
(Lanjut lempar tali)

A: (Sentak tali, hampir putus)
Nih talinya gak kuat, hehehe, bilang aja gak mampu.

B: mikir "kayknya dari awal udah dibilangin juga talinya gak terlalu kuat, tapi koq udah tahu malah sengaja disentak yah"
Hm...
"Ternyata memang, untukmenolong, mesti 2 hal, orangnya sadar dia dalam bahaya, dan mau ditolong"
kalau bahkan tidak sadar, susah.
Kalau sadar, masih mending.
Hm...
Ok d, nanti tunggu lumpur udah sampai dada (paru2 akan tertekan, baru terasa sesak), baru tolong lagi, ngurus yang lain dlu, toh jutaan yang mau ditolong.

Kalau ternyata sampai dada masih belum sadar, tgu ampe mulut, hidung, mata, juga boleh yang penting kita tetap ber-karuna untuk menolong.

Lumpur adalh jerat kelahiran dan kematian yang disebabkan jalinan Keserakahan, kebencian, dan moha (Ketidaktahuan+kemasabodohan/kebebalan).
by Facebook Comment

Minggu, 05 Agustus 2012

Tanya Jawab Seputar Konsep Dharani dan Kekuatannya

Tanya:
Mengapa mendengar dharani saja bisa mengahpus karma buruk jutaan kalpa? Bagaimna Logikanya?
Bagaimana Efek dari Membaca Nama Buddha?
Apakah "hanya" dengan membaca Nama Buddha, sudah ada pelindung?





Saya akan mencoba menjabarkan semampunya.
Mungkin sebelumnya, perlu dipahami dlu, dalam Buddhisme, ada 84.ooo pintu Dhamma, yang disesuaikan degnan tingkat kebijaksanaan makhluk hidup.

1. Logika sistematis (Konsep dasar, dpaat dipelajari dengan intelegensi otak)
2. Logika Kompleks (Kebijaksanaan)
3. Logika sangat Kompleks (Kebijaksanaan sangat kompleks)

Tapi intinya adalh logika, hanya saja, bila memaksakan yang tingkat 2 mau dijelaskan pada yang tingkat 1, wuih, penjelasan bisa panjaaaaaaaaaang lebar, jadi bagusnya dilatih sendiri.

Sbelum diteruskan,
sy pribadi, mampu ehipassiko sampai Maha Karuna Dharani dan Tekad Bodhisatva, Saddharma Pundarika Sutra.
Karena sudah beratih beberapa kelahiran.

Sebelum dijabarkan, jadikan ini pedoman supaya kalau pusing, gak kehilangan arah:

Bacalah Ta Pei Cou sesering mungkin, hasil tergantung keyakinan.
Tidak ada keyakinanpun, asal membaca atau mendengar sampai selesai, akan memacu kebijaksanaan dan semangat Bodhicitta, akan memacu percepatan Pencapaian Penerangan Sempurna, sebagai Samma Sambuddha suatu saat nanti.

di bawah ini, penjabaran sesuai kemampuan saja:



Pada hakekat, adlaah "Sunyata".
Yang "Hadir" atau "datang" adalah Dhammakaya para Buddha Bodhisatva.
Dhammakaya itu seperti hologram dari flashdisc lama copy ke flashdisc baru. Sedangkan sumber data sudah "padam" (Parinibbana)
Jadi disebut ada jutaan Buddha, sebenarnya adalah "sisa" "copyan" "data/energi"/ "Jejak" energi, yang berkemampuan sama persis dengan Buddha itu sendiri. Walau Buddhaya sudah Parinibbana, Dhammakayanya masih tetap ada, bisa diakses hanya yang berlatih.

(Tentang Trikaya, silakan search di google yah =))

Ini adalah penjelasan pertama, supaya gak bingung, koq, Buddha bisa banyak.
buddha kan sudah Parinibbana, kenapa bisa muncul, dll.
========================================================================

Jujur saja, mau sebut nama Buddha apapun, gunanya mantap, bahkan ANJALI, kalau dilakuka dengan benar, para Dharmapala sudah "turun" menjaga.


ANJALI yang benar:

10 jari melambangkan segenap kehidupan (31 alam lintas galaksi), telapak disatukan, mengandung arti, Segenap bentuk kehidupan, hakekatnya adalah "satu", adlaah "Sunya", adalah...."Buddha..."

....yang memahami ini, Bahkan Anjali saja, sudah membabarkan intisari BuddhaDhamma, yang bila disarikan dalam 1 kata adalah "Sunyata"...Prajna/Kebijaksanaan Tertinggi (Manjusri Bodhisatva adalah Bodhisatva dengan kebijaksnaaan terhebat karena memahami Sunyata secara signifikan)

Lalu, Menganggap semua, Menghormati semua sebagai Buddha, adalah bentuk Metta tertinggi...
Dengan demikian, ANJALI yang benar, sudah membabarkan Prajna dan Metta tertinggi...Para Makhluk akan bersukacita, para Dharmapala, melindungi.

Nah, Ketika anjali pertemukan jari2 dulu, hayati ada cahaya yang menjangkau "menyadari bahwa kita menganggap(menyapa) makhluk2 disana" dari alam arupa tertinggi hingga avici.

Ketika akan satukan pergelangan tangan, Hakekat Semua....adalah Sunya, Hakekat Smua adalah Buddha..bila dilakukan dengan benar, akan ada seperti gelombang kekuatan energi, bola cahaya yang sangat terang dari antara pergelangan tangan, meluas membersihkan sangat luas..
ini yang mengundang para Dharmapala.

koq bisa seperti itu?
Kebetulan, ada kondisi dimana Y.A. Subhuti sedang merenungkan Sunyata..para Dewa menghujani beliau dengan Bunga Mandaraka..bunga surgawi..

beliau "kaget", bertanya: ada apa ini?

para dewa menyatakan: terimakasih untuk dhammadesana yang sangat luar biasa...

Y.A. Subhuti: Saya belum membicarakan apapun?

Para dewa: Penghayatan anda akan Sunyata (Dhamma tertinggi), Telah menyukakan kami..itu melebihi dhammadesana dengan kata2.

Kalau dipahami dengan kebijaksanaan, akan terpahami, kekuatan Penghayatanlah yang berkekuatan, Dhamma =)


=================================================================================




Setelah Anjali, para Dharmapala sudah ada, lebih mantap lagi kalau kita baca:
Gate, Gate, Paragate, Parasamgate Bodhi Svaha...
Bersemangatlah, Bersemangatlah, Bersemangatlah menyeberangi Lautan Samsara, Menuju Pantai Seberang, Svaha.

Maka, artinya kita menyemangati diri dan semua makhluk, terutama para Dharmapala yang menjaga =)
Ini bila diucapkan dengan tulus dan senyum, sukacita mereka tidak terbayangkan, mengapa?

karena, Dharmapala, minimal ada dari 8 alam dasar:
http://rawdiamondsfoundation.blogspot.com/2012/06/8-makhluk-pelindung-kebenaran.html

Mereka semua adalah yang berikrar pada Buddha untuk menjaga semua makhluk pelaksana Dhamma, agar mereka sendiri (8 tipe makhluk ini )juga dapat mencapai Penerangan Sempurna..

Ini adalah mengapa, ketika kita semangati, mereka akan sangat sangat bersukacita. =)


=================================================================================




Nah, bila Anjali "saja" sudah seperti itu, perlukan saya jelaskan pengucapan nama Buddha?

Ketika kata "Buddha" diuncarkan, minimal 2 penjaga sudah hadir, mereka saking hormatnya pada Sang Buddha.
kata "Buddha" atau "Fo", akan menyebabkan mereka 
"datang" dan menjaga.

Apalagi dengan Namo Amitabha Buddha (Namo EMiThuoFo)..
Karena Buddha ini, ikrarnya sangat kuat dan mencakup Tata dunia kita, kekuatannya sangat kuat.
Sederhananya demikian.
=================================================================================






‎"Pembayaran Karma"
Ini adlah logika Kompleks, dan tingkat Logika sangat kompleks (tingkat 3)
Itu kekuatan para Buddha.

Benar2 bisa, asal yakin.
mengapa? ketika yakin, tanpa disadari kita mngizinkan Buddha "menyatu" dalam diri, dan membangkitkan kekuatan Bodhicitta dalam diri, ingat, hakekatnya kita adalah Buddha yang belum sadar akan KeBuddhaan diri karena tertutup tumpukan debu karma buruk.

Nah, apabila kekuatan itu sudah muncul, seperti air yang akan mendorong minyak ke atas dalam gelas, semakin bnyak airnya, suatu saat minyak akan tumpah dari gelas, bukan =)
Konsepnya begitu.
========================================================================

Adalagi, kelihatannya "mudah" dan "gak sesuai" dengan hukum Karma.
hukum Karma adalah aspek 1, Logika Sistematis.

Nah, Dalai Lama pernah mengatakan:
Learn the Law, to break it properly.

Artinya, yang sudah memahami Hukum Alam, mampu melampauinya dan bisa "melanggar"nya dengan tepat, kelihatan melanggar tapi tidak.

Contoh:
Alkisah ada seorang Arahat berada di bawah pohon.
datang seorang pencuri dan berlutut padanya:
"Yang Mulia, aku sedang dikejar kematian, izinkanlah aku berlindung di atas pohonMu.."

Sang Arahat mengizinkan.., menggeser tempat duduknya 1cm.
Segerombol penduduk desa datang dan:
"Yang Mulia, apakah engkau melihat seorang pencuri lewat disini? Kami akan membuat perhitungan dengannya."

Sang Arahat: "Saudaraku, sejak saya duduk di sini, saya belum melihat siapapun selain kalian."
Mereka pergi dan selamatlah pencuri itu..

Nah...Arahat khan ga mampu berbohong, mengapa ia bisa "berbohong"? =)

Demikian cara Para Buddha Bodhisatva "menyelamatkan" makhluk, atas kewelasasihan Mereka, diturunkanlah berbagai Dharani.
=================================================================================




Dharani itu sendiri, seperti kristalisasi ajaran Buddha.

Yang mana hanya bisa dipahami melalui kebijaksanaan ekstra.
Sehingga, melafalkan atau mendengar terus menerus, sama dengan membabarkan Buddha Dhamma.

Dana Dhamma adalah dana tertinggi bukan?
Kekuatan Dana Dhamma (Pelafalan dhamma secara berulang, di hadapan makhluk apapun), ini juga dapat membantu "pelunasan" Kamma masalalu.

Nah, hebatnya lagi.
dharani biasa diteruskan Antar Buddha.
Seperti Maha karuna Dharani, sudah diteruskan 9juta Buddha, dll...
Om Mani Padme Hum juga demikian.

Jadi, pahalanya, adalah luar biasa.


Kalau tidak paham gmana?

Gk apa2, kami yakinkan lagi, tidak apa2.
yang penting dibaca terus, mengapa?

Dharani, adalah Buddha Dhamma yang sangat kompleks, seperti kode rahasia.
Jadi, memang ga bisa langsung paham, ga bisa dipahami dengan logika dasar otak manusia.

Maksudnya gmana>>ga bisa dipahami dengan logika, tapi bisa dipahami>>>??? ok, kita masuk ke ranah logika kompleks lagi.


Kebetulan, saya bermain 14 macam alat musik etnik Asia.

Musik ada 3 tingkatan:
1. Musik Hiburan (Enak di telinga, tekniknya rumit), paling pasaran
2. Musik Budaya (Musik yang menyimpan cerita/sejarah => nah....mulai mendekati "konsep" Dharani)
3. Musik Spiritual/Musik Kebijaksanaan (bisa 1 menit satu atau dua kali bunyi saja..karena yang harus dipahami adalah "feel"nya)

Untuk belajar musik tngkat 3, Konfusius mesti belajar sekitar 3 bulan untuk 1 lagu.
MENGAPA?
karena, teknisnya sudah tepat, nadanya sudah tepat,
"FEEL" nya, memang perlu latihan2 terus =)
Suatu waktu akan "Tiba-tiba" "Ooooo....."

Demikian, Dharani
=)


================================================================================





Sebenarny, masih banyak sekali.

mengenai "kedatangan" para Dharmapala, "Kehadiran" para Buddha dan Bodhisatva

Itu Logika Kompleks.
Kalau Dharmapala, mereka bisa bagi diri, dan memang bisa turun, hadir, seperti bulan dan bayangannya..

Tapi untuk para Buddha dan Bodhisatva.
Konsepnya,
Setiap Atom, ada "unsur" "Buddha", mengapa?
karena Buddha=Sunyata, dan setiap atom, intidari intinya adalah Sunya, kehampaan.

jadi, mengapa Buddha dan Bodhisatva bisa ada dimanapun, adalah karena itu. Fisika tingkat tinggi.
=)

========================================================================


  • Demikian, penjelasan singkat dari kami.
    Ini adalah setitik debu dari semua yang kami ketahui.
    Dan yang kami ketahui barulah setitik debu di segenggam daun Ajaran Buddha,
    dan semua Ajaran Buddha barulah Segenggam Daun dari apa yang DiketahuiNya.

    Jadi diharapkan yang belajar, tidak sombong merasa diri sudah tahu.
    karena, Sunyata, inti semua ajaran akan terpahami mereka yang cukup rendah hati =)
    Kontradiktif tapi yah itulah dia.

    jadi, jangan minder, jangan sombong, dalam belajar BuddhaDhamma, kalaau mau cepat, sambil belajar, sambil lafalkan Dharani =)

    Salam hangat =)

  • Leopratama Limas Semoga Jasa pahala pembabaran Dhamma ini, dilimpahkan untuk pencapaian KeBuddhaan Semua Makhluk.

    Salam, dari calon Bodhisatva Zaman Buddha Maitreya mendatang =)
    Gate GateParagate Parasamgate Bodhi Svaha


by Facebook Comment